Sendiri Menyepi (dalam sebuak Kotak Mungil)

Sebuah judul lagu dari tim nasyid Indonesia, Edcoustic. Sendiri. ngerjain skripsi yang udah beberapa bulan nggak kelar-kelar. Sendiri di kos,di sebuah kotak imut yang hanya berukuran 4×3 meter. Sendiri karena anak-anak kos udah pada liburan, pulang ke rumah mereka masing-masing,pasti seneng banget udah bisa kumpul sama keluarga tercinta. Sendiri karena semuanya harus dikerjain sendiri. Masak, nyuci, makan, curhat, ngomong. Sendiri menghadapi para makhluk halus ciptaanNya yang hampir tiap malam selalu menggangguku. Ada kecoa, cicak-cicak di dinding dan di lantai, nyamuk, tikus. Kadang kucing yang berisik naik,berjalan di atas atap seng kosku…Jadi teringat sesuatu. Ketika itu tikus jatuh dari plafon kamar kosku, tengah malam jam setengah 2. Duhh,,,kagetnya plus bingungnya mengeluarkan tikus itu dari kamarku. Pernah juga sebelumnya, tikus masuk kamarku lewat fentilasi jendela en jendela. Waduh…pengalaman yang mungkin tidak akan pernah aku alami jika di rumahku sendiri. L Dan lucunya, waktu itu  aku menangis.hehe..maklum belum terbiasa. Tapi sekarang,hhmmm dah pengalaman banget tuh…

Lanjut membaca

Buat Tya (balasan)

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

 

Alhamdulillah aku udah membaca perjalanan persahabatan n ukhuwah kita dari awal hingga sekarang…walaupun katanya cuma bisa dituangkan lewat tulisan sebanyak 2,5 lembar …

            Alhamdulillah, ketika membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat yang diuraikan, aku tersenyum J n terharu… !_! ternyata tak terasa dalam waktu kurang lbh 3thn kita berteman, bersahabat, banyak kenangan yang begitu berkesan… mungkin semua waktu yang kita lewati berkesan…hehe…

Lanjut membaca

Amanah Baru Menanti

Ahad,29 Januari 2012 adalah hari yang membuatku terkejut. Kenapa? Karena pada hari itu aku telah diberikan amanah baru, amanah yang belum pernah aku pegang sebelumnya. Hari itu pula aku mendapatkan kejutan sebelumnya yaitu dicalonkan sebagai ketua FLP Cabang Banjarmasin…Hmm Hmm tentu saja aku kaget, dug…karena memang tidak pernah terpikir sebelumnya untuk terpilih menjadi calon ketua. 1 hari menjelang pemilihan,tidak ada feeling sama sekali bakal mendapatkan kejutan seperti itu. Di samping kapasitas dan kemampuanku yang masih minim dalam tulis menulis dan memang beberapa bulan ini aku disibukkan dengan menulis, ya menulis tugas akhir alias skripsi.

Lanjut membaca

Imam Hasan Al Bashri dan Tetangga Nasrani

Imam Hasan Al Bashri adalah seorang ulama tabi’in terkemuka di kota Basrah, Irak. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Beliau juga dekat dengan rakyat kecil dan dicintai oleh rakyat kecil.

Imam Hasan Al Bashri memiliki seorang tetangga nasrani. Tetangganya ini memiliki kamar kecil untuk kencing di loteng di atas rumahnya. Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Air kencing dari kamar kecil tetangganya itu merembes dan menetes ke dalam kamar Imam Hasan Al Bashri. Namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Beliau menyuruh istrinya meletakkan wadah untuk menadahi tetesan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.

Selama dua puluh tahun hal itu berlangsung dan Imam Hasan Al Bashri tidak membicarakan atau memberitahukan hal itu kepada tetangganya sama sekali. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW. “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya.”

Suatu hari Imam Hasan Al Bashri sakit. Tetangganya yang nasrani itu datang ke rumahnya menjenguk. Ia merasa aneh melihat ada air menetes dari atas di dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama tetesan air yang terkumpul dalam wadah. Ternyata air kencing. Tetangganya itu langsung mengerti bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang ia buat di atas loteng rumahnya. Dan yang membuatnya bertambah heran kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak bilang padanya.

“Imam, sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ini ?” tanya si Tetangga.

Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau tidak mau membuat tetangganya merasa tidak enak. Namun …

“Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ? Jika tidak kau katakan maka kami akan sangat tidak enak,” desak tetangganya.

“Sejak dua puluh tahun yang lalu,” jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.

“Kenapa kau tidak memberitahuku ?”

“Nabi mengajarkan untuk memuliakan tetangga, Beliau bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya !”

Seketika itu si Tetangga langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.

Salah satu kisah dari buku Di Atas Sajadah Cinta, Habiburrahman El Shirazy, Republika-Basmala-MD, Mei 2007.

———————————————————-

Kunci Zuhud

Aku tahu , rizkiku tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang

Aku tahu,amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal

Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat

Aku tahu, kematian menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.
(Hasan Al Bashri)

Milis Sabili
Dikirim oleh: Seri Utami
Minggu, 9 Maret 2008

By arikha Posted in agama