Sebuah judul lagu dari tim nasyid Indonesia, Edcoustic. Sendiri. ngerjain skripsi yang udah beberapa bulan nggak kelar-kelar. Sendiri di kos,di sebuah kotak imut yang hanya berukuran 4×3 meter. Sendiri karena anak-anak kos udah pada liburan, pulang ke rumah mereka masing-masing,pasti seneng banget udah bisa kumpul sama keluarga tercinta. Sendiri karena semuanya harus dikerjain sendiri. Masak, nyuci, makan, curhat, ngomong. Sendiri menghadapi para makhluk halus ciptaanNya yang hampir tiap malam selalu menggangguku. Ada kecoa, cicak-cicak di dinding dan di lantai, nyamuk, tikus. Kadang kucing yang berisik naik,berjalan di atas atap seng kosku…Jadi teringat sesuatu. Ketika itu tikus jatuh dari plafon kamar kosku, tengah malam jam setengah 2. Duhh,,,kagetnya plus bingungnya mengeluarkan tikus itu dari kamarku. Pernah juga sebelumnya, tikus masuk kamarku lewat fentilasi jendela en jendela. Waduh…pengalaman yang mungkin tidak akan pernah aku alami jika di rumahku sendiri. L Dan lucunya, waktu itu  aku menangis.hehe..maklum belum terbiasa. Tapi sekarang,hhmmm dah pengalaman banget tuh…

Selain itu, aku juga pernah ketakutan gara-gara ada yang teriak Maling (ada yang kemalingan anak 1 kos juga tapi kamarnya lumayan jauh dari kamarku), apalagi waktu itu ditambah dengan guyuran hujan.hiii…ngerinya. Pernah juga,hal yang membuatku jengkel. Tikus, kucing pernah buang air di depan pintu kamar kosku. Haduhhh…maklumlah makhluk halus yang tidak diberikan akal oleh Sang Pencipta.

Kata kedua yaitu menyepi. Menyepi dengan dingin. Menyepi sepi. Menyepi bersamaNya. Curhat denganNya tentang kejadian yang telah terjadi hari ini, kemarin dan yang akan datang. Menyepi sedih. Sedih akan suatu hal. Takut membayangkan sesuatu yang akan terjadi. Menangis teringat akan sesuatu hal. Hmmm, memang indah semuanya. Indah menikmati perasaan ini, bersyukur telah diberi anugerah untuk merasakan indahnya hidup ini. Penuh dengan cobaan, misteri, itulah hidup. Nikmatnya ketika mampu merasakan keberadaanNya, ketika mampu berkomunikasi denganNya.

Di kamar kosku yang tercinta inilah kubuat tulisan, karya-karyaku. Bersama laptopku yang tercinta, Forsa yang umurnya hampir 1,5 tahun. Membuat tulisan yang dikirim ke Koran B.Post, dikirim untuk lomba2, membuat karya tulis buat Mawapres, membuat LKTI MTQM, ngerjain tugas-tugas kuliah, nonton tv pake tv toner (dulu aja), deelel. Di kamarku ini pula, jadi saksi betapa sibuknya en banyaknya lembar jawaban (LJK) hasil dari Try out SD (470 orang) en SMP (200 orang) di tahun 2010 kemarin. Di kamar ini pula jadi tempat atau secretariat atau tempat nonkrong aku en kawan2ku nonbar film. Film “Three idiots” hmm film yang aku suka karena memberikan banyak inspirasi.

Sendiri Menyepi. Hal itulah yang sering aku lakukan di kamar ini. Foto2, mading bekas KSI sudah aku pajang di kamarku biar memberikan sedikit keramaian. J …

Sendiri Menyepi. Begitu nikmatnya ketika bisa mengurai air mata untukNya atas apa yang telah kita lakukan, mengenang dosa yang telah diperbuat, meminta dan merengek kepadaNya atas sesuatu yang kita inginkan, memohon perlindungan, curhat atas apa yang kita takutkan… Bukankah Dia lebih dekat daripada urat leher kita?

Betapa ruginya jika aku tak mengenalNya, betapa bodohnya aku jika tak berusaha mendekatiNya. Bukankah Dia selalu mengabulkan apa yang aku pinta? tak aku pinta pun, Dia selalu memberikannya. Subhanallah…Sungguh kebahagiaan yang sangat ketika telah memilikiNya.

Sendiri Menyepi…

 

Satu Tanggapan »

  1. Kita tidak pernah benar-benar “sendiri” kok mbak

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s